USAHA-USAHA DIPLOMASI SEBAGAI PERJUANGAN INDONESIA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN (kd 16.1 indikator 16.1.1)

Kompetensi Guru Mata Pelajaran (Kompetensi dasar)

16.1 Mengidentifikasi usaha perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia

Indikator esensial

16.1.1 Guru mampu mengidentifikasi usaha-usaha diplomasi sebagai perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan

 

Materi Esensial

USAHA-USAHA DIPLOMASI SEBAGAI PERJUANGAN INDONESIA

MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

 

            Perjuangan diplomasi yang dilakukan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan adalah sebagai berikut:

PERTEMUAN/

PERUNDINGAN

WAKIL

TEMPAT, TANGGAL

HASIL

INDONESIA

SEKUTU

BELANDA

Pertemuan Soekarno-Van Mook

Soekarno, Hatta, Hatta, Ahmad Soebardjo, H. Agus Salim

Sir Philip Christison

Van Mook, Van Der Plas

25 Okt 1945

Indonesia dijadikan Negara persemakmuran berbentuk federal yang mempunyai pemerintahan sendiri di lingkungan kerajaan Belanda

Pertemuan Sjahrir-Van Mook

Sutan Sjahrir

Sir Philip Christison

Van Mook

Jl. Imam Bonjol No.1 Jakarta

(17 Nov 1945)

Tidak ada kesepakatan

Perundingan Sjahrir-Van Mook

Sutan Sjahrir

Sir Archibald Clark Kerr

Van Mook

10 Feb 1946

Tidak ada kesepakatan

 

Perundingan di Hooge Veluwe

Mr. Suwandi, dr. Sudarsono, A.KPringgodigdo

Sir Archibald Clark Kerr

Van Mook, Prof.Logeman, Dr.Idenburgh, Dr.Van Royen

Hooge Veluwe

(14-25 April 1946)

Tidak ada kesepakatan

Perundingan Linggajati

Sjahrir, Roem Royen, dll

Lord Killearn

Prof .Scermerhorn, Max van Poll, Van Mook

Linngajati, cirebon

(10 Nov 1946)

  • Belanda mengakui secara defakto Indonesia dengan wilayah, Jawa, Sumatera dan Madura
  • Bekerja sama membentuk Negara Indonesia serikat dengan nama RIS
  • RIS dan Belanda membentuk UNi Indonesia Belanda yang diketuai ratu Belanda

Perundingan Renville

Mr. Amir Syarifudin

KTN

R. Abdulkadir Widjojoatmodjo

USS RENVILLe

(8 Des 1947)

  • RI mengakui kedaulatan Belanda atas HIndia Belanda sampai waktu yang ditetapkan oleh kerajaan Belanda untuk mengakui NIS
  • Akan diadakan pemungutan suara untuk menetapkan penduduk jawa, sumatera, Madura bergabung dengan RI atau Negara bagian lain
  • Taip Negara bagian berhak bergabung dengan NIS atau netherland atau Negara bagian lainnya

Persetujuan Roem-Royen

Mr. Moh. Roem

UNCI

Dr. Van Royen

 

  • Pernyataan Mr. Moh Roem

a) hentikan perang gerilya, b)bekerjasama mengembalikanperdamaian, c)turut dalamKMB

  • Pernyataan Dr. Van Royen

a)menyetujui kembalinya RI ke Yogyakarta, b)penghentian gerkan-gerakan militer, c)tidak akan mendirikan atau mengakui Negara-negara yang berada di daerah-daerah yang dikuasai RI sebelum 19 des 1948 dan tidak akanmeluaskan Negara atau daerah dengan merugikan Republik, d)Menyetujui RI sebagai Negara bagian NIS, e) berusaha agar KMB segera diadakan setelah pemerintah RI kembali ke Yogyakarta

Konferensi Meja Bundar (KMB)

Drs. Moh Hatta

 UNCI

(Chritchley)

Willem Drees

Den Haag

23 ags – 2 Nov 1949

  • Belanda mengakui kedaultan RIS  pada akhir Des 1949
  • Irian Barat diselesaikan 1 tahun kemudian
  • RIS dan Belanda akan diadakan Hubungan Uni Indonesia Belanda yang diketuai Ratu Belanda
  • Penarikan mundur seluruh tentara Belanda
  • Pembentukan APRIS dengan TNI sebagai intinya

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s