KEDISIPLINAN KELAS (1)

KEDISIPLIN KELAS

                Banyak guru mengeluh tentang masalah kedisiplinan siswa yang rendah. Kebanyakan siswa-siswa kita merupakan anak-anak yang sangat aktif yang terasa sangat sulit untuk diajar dan sangat sulit untuk bekerja sama dengan orang dewasa lain (guru, karyawan TU). Tetapi disisi lain terkadang kita sendiri sebagai guru tidak bisa memberikan komitmen yang kuat terhadap penegakan disiplin di dalam kelas kita. Padahal siswa membutuhkan aturan yang jelas, yang bisa menjamin kenyamanan dan keamanan mereka dari gangguan siswa lain ataupun dari orang dewasa lain. Siswa mengharapkan aturan yang menjamin mereka tidak harus menanggung sesuatu yang ada di luar kemampuan mereka ataupun di luar apa yang telah mereka perbuat. Kalau guru bisa menjamin hal-hal tersebut, niscaya siswa akan merasa nyaman dan tenteram sehingga gairah belajar mereka pasti akan muncul kembali.

Banyak guru mujur yang tidak memiliki masalah kedisiplinan dalam mengajar di kelas. Memang kemujuran juga mempunyai peranan dalam mengatasi masalah kedisiplinan dalam kelas, tetapi persiapan yang dilakukan guru mempunyai peranan terbesar dalam menjalankan kedisiplinan dalam kelas. Dalam persiapan menjalankan kedisiplinan dalam kelas, ada dua hal penting yang harus diperhatikan dan menjadi pertimbangan dalam penyusunan rencana (master plan). Dua hal tersebut adalah:

1.GAMBARKAN SECARA JELAS FILOSOFI ANDA

Ketika anda membuat kebijakan kedisiplinan, ingatlah selalu tujuan/filosofi/niat anda. Apakah anda menghukum karena ingin menakut-nakuti siswa atau ingin membantu siswa belajar bertanggung atas tindakan mereka dan membuat pilihan-pilihan yang lebih baik di masa depan mereka. Jika anda menggunakan pendekatan yang pertama, maka akan mendapati siswa hanya akan tunduk secara terpaksa dan mereka akan terjebak pada lingkaran kenakalan yang baru.

Agar lebih efektif, gabungkan filosofi anda dalam satu atau dua kalimat , seperti:

“Tujuan saya mendisiplinkan siswa adalah untuk membantu murid tersebut agar dapat lebih sukses di sekolah, yang akan menolongnya menjadi sukses dalam kehidupan. Semua konsekuensi harus berfokus pada perilaku yang spesifik, dengan tujuan membantu murid untuk membuat pilihan-pilihan yang lebih baik ke depannya”.

2.APA YANG DITANAM AKAN DIPETIK

Jika anda menggunakan hinaan sebagai alat untuk mempermalukan siswa, jangan kaget jika mereka mengikuti contoh dari anda dansaling mempermalukan antar mereka. Mungkin anda percaya bahwa taktik ini akam membuata mereka  mereka akan mengikuti kehendak anda, sebenarnya taktik ini akan membuat mereka cenderung lari dari pelajaran yang akan anda berikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s